Menjadi Abah
Menjadi seorang Ayah tuh ternyata pekerjaan full-time + lembur yang gajinya bukan uang, tapi senyum anak-anak (kadang juga merengek mereka 😅). Jujur aja, ini bagian paling berat dalam hidup saya. Apalagi saya sudah nggak punya Ayah dan Ibu lagi, jadi nggak ada yang bisa ditanya “Bah, kalau anak lagi ngamuk harus diapain?”. Rasanya kayak ojol tanpa Google Maps: bingung mau belok kanan atau kiri, akhirnya ya ngawur aja, asal jangan masuk got.
Buku-buku parenting yang saya baca juga ternyata belum cukup. Tapi ya kata pepatah: lebih baik terlambat… daripada terlambat banget. Hehe. Jadi yaudah, saya tulis pengalaman-pengalaman ini buat evaluasi diri. Kalau kata Hindia: bilas muka, gosok gigi, evaluasi. Dan siapa tahu, kalau suatu saat saya nggak ada, anak-anak bisa baca catatan ini dan mikir:
“Wah, ternyata Abah kita dulu agak kacau juga ya, tapi lucu sih.” 🤣
Abah = Ninja Hatori
Jadi Ayah tuh mirip banget sama Ninja Hatori.
Kenapa? Karena jalannya selalu mendaki gunung, melewati lembah, alias nggak pernah mulus.
- Kadang ketawa ngakak lihat anak-anak ngomong polos banget.
- Kadang pengen geleng-geleng kepala kayak kipas angin karena mereka mulai ngereog alias susah diatur.
Tapi ya ujung-ujungnya, kayak ayah-ayah lain, saya suka bengong mandangin mereka pas tidur. Terus mikir, “Ya ampun, cepet banget mereka gede. Main bareng aja masih kurang, eh tau-tau udah sekolah aja.” Kalau udah gitu, bukan cuma air mata yang keluar, tapi air mata kaki juga ikutan keluar. Sangking sedihnya.
Drama Menahan Emosi
Nah, ini bagian tersulit: nahan marah.
Anak-anak tuh kadang bisa minta hal yang nggak mungkin: “Bah, aku mau es krim… sekarang… jam 11 malam.”
Kalau nggak dikasih, langsung keluar jurus pamungkas mereka: rengekan 3000 decibel.
Kadang saya kebawa emosi, ngomel panjang lebar kayak dosen ngasih kuliah jam 7 pagi. Habis itu? Nyesel sendiri.
Akhirnya saya belajar trik:
- Tanya diri sendiri: “Eh, marahku ini beneran perlu nggak sih?”
- Terus coba bayangin kalau saya ada di posisi mereka.
Ternyata lumayan ampuh, bikin hati adem lagi. Minimal jadi nggak kebablasan pakai jurus marah ultimate.
Misi Besar Abah
Menjadi Ayah itu misinya gede banget:
- Pastikan anak-anak tumbuh sehat.
- Pastikan mereka bahagia.
- Dan yang paling penting: pastikan mereka punya bekal hidup, biar nggak gampang goyah kalau dunia jadi ribet.
Soalnya pada akhirnya, mereka bakal punya jalan sendiri. Kita cuma bisa kasih pondasi kuat. Kalau kata quote keren:
“If you stand for nothing, you will fall for everything.”
Alias kalau nggak punya prinsip, gampang banget kebawa arus.
Penutup
Jadi begitulah, jadi Abah itu nggak gampang. Kadang kocak, kadang bikin nangis, kadang bikin emosi. Tapi di balik semua itu, ada satu hal yang pasti:
Anak-anak akan selalu tahu kalau Abah mereka, meski sering kacau, tetap berjuang sekuat tenaga buat mereka.
Semangat terus wahai para Abah, calon Abah, dan mantan Abah yang lagi respawn! 💪😂